Arsip saya

Powered By Blogger

Selasa, 15 November 2011

RESUME BAB VIII

ASAS-ASAS LAYANAN BIMBINGAN “KONSELING”

Bimbingan dan konseling termasuk golongan jabatan professional yang disebut helping professions, yaitu jabatan untuk membantu orang lain dalam pengembangan diri sendiri, seperti yang dilakukan oleh seorang pekerja social, pemuka agama, psikiater dan ahli psikoanalisis, psikolog klinis dan psikoterapeut, serta konselor sekolah.

A. Asas-asas Komunikasi Antarpribadi dalam Konseling

Ciri-ciri hubungan antarpribadi yang bercorak membantu dan dibantu adalah sebagai berikut :

- Bermakna, baik untuk konselor maupun konseli, karena kedua belah pihak melibatkan diri sepenuhnya.

- Mengandung aneka unsure kognitif dan afektif

- Saling percaya dan saling terbuka

- Berlangsung atas dasar saling memberikan persetujuan, dalam arti konseli menyetujui terjadinya komunikasi secara sukarela dan konselor menerima dengan rela permintaan untuk memberikan bantuan professional

- Terdapat suatu kebutuhan di pihak konseli yang diharapkannya dapat dipenuhi melalui wawancara konseling

- Terdapat komunikasi dua arah

- Mengandung strukturalisasi

- Berasaskan kerelaan dan usaha untuk bekerja sama agar tercapai suatu tujuan yang disepakati bersama

- Mengarah ke suatu perubahan pada diri konseli

- Terdapat jaminan bahwa kedua partisipan merasa aman

B. Kondisi – kondisi Eksternal dan Internal

1. Kondisi – kondisi Eksternal

a. Lingkungan fisik di tempat wawancara konseling berlangsung

b. Penataan ruang

c. Bentuk bangunan ruang yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi

d. Konselor berpakaian rapi

e. Kerapian dalam menata segala barang yang terdapat di ruang dan di atas meja tulis konselor

f. Penggunaan system janji

g. Konselor menyisihkan buku, catatan serta kertas di atas meja pada waktu seorang konseli dating untuk berwawancara

h. Tidak terpasang peralatan rekaman, berupa alat rekaman audio atau video.

2. Kondisi-kondisi Internal

a. Di pihak Konseli

Pada saat konseli akan menghadap ke konselor maka akan membawa sikap tertentu, pengalaman-pengalaman tertentu dalam hal mendapat pelayanan bimbingan, sukses dan kegagalan di masa lampau, berbagai aspirasi serta kekecewaan, pandangan pribadi serta harapan tertentu.

b. Di pihak Konselor

Konselor harus mampu mengenal diri sendiri, memahami orang lain, berkomunikasi dengan orang lain.

C. Teknik – teknik Konseling

1. Teknik – teknik Konseling yang verbal

2. Teknik – teknik konseling yang nonverbal


Daftar pustaka

Winkel, W.S. (2010). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar